Maria Goretti Competition 2017

Maria Goretti Competition: Ajang Unjuk Kebolehan Siswa SD

Tim Jurnalistik

Semarang, MG

Sekolah tercinta kita, SMP Maria Goretti baru saja usai menggelar perhelatan besar Maria  Goretti Competition selama seminggu penuh, 22 – 28 Oktober 2017. Kita semua menyaksikan tampilan adik-adik dari berbagai SD di Semarang yang berlomba di arena futsal, solo vokal, dan try out.

Sorak-sorai, hiruk-pikuk para pemain, pelatih, hingga suporter menjadi tontonan sehari-hari. Seluruh siswa SMP MG juga ikut sibuk membantu pelaksaan aneka lomba tersebut. Luar biasa, kita ternyata mampu bekerja bersama untuk sebuah acara besar itu.

Penanggung jawab SMP Maria Goretti, Suster Margaretha menjelaskan bahwa  MGC tahun depan akan digelar lebih meriah dan tetap dengan tiga kategori lomba.

“Acaranya besar karena akan kami gabungkan dengan ulang tahun Yayasan Marsudirini yang ke-64. MGC ini juga menjadi sarana promosi bagi SMP Maria Goretti. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi ajang mengasah bakat dari siswa SD untuk meningkatkan kemampuan dan kepecarayaan diri mereka,” katanya.

Nomor futsal  juara pertama diraih oleh SDN Pendrikan Lor 03, juara dua diduduki  SD Al Azhar 25, dan juara tiga diraih oleh SDN Petompon 02.

Sementara untuk solo vokal juara pertama diraih oleh Leonora Princessa Gabriele dengan poin 918, Eleazer Sameka Zola dengan poin 914 ,dan juara tiga diraih oleh Aprilistin Erning Putri dengan meraih 904 poin.

Pada ajang try out yang memperlombakan tiga mata pelajaran yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, dan Ilmu Pengetahuan Alam, diperoleh  10 peraih nilai tertinggi. Mereka adalah sembilan siswa dari  SD Marsudirini Pemuda, yaitu Reagan Justin, Hans Eswaldo, Michelle Maria, Nicholas Keandre, Helen Febriyanto, Gavin Indra, Rafael Rivaldo, Stefen William, dan Angelica Florensia; serta satu siswa dari SD Gergaji Semarang yakni  Ezov Cakti. (***)

 

Apa Kata Mereka Tentang MGC?

Tim Jurnalistik

Semarang (MG)

Banyak orangtua yang merasa senang anak-anaknya ikut terjun dalam aneka lomba di MGC.

Yohanes Berty, misalnya, ia menemani anaknya Leonora Princessa Gabriele yang menjadi juara pertama lomba solo vokal. “Saya senang anak saya menjadi juara. Para pesertanya banyak yang bagus. Saya berharap tahun depan lomba solo vokal digelar lagi di MGC. Ini adalah kegiatan yang sangat positif untuk mengasah dan membuktikan bakat siswa,” katanya.

“Kami ingin memasukkan dia ke lembaga pendidikan vokal. Tujuan kami sebenarnya hanya melatih keberanian tampil. Eh, malah bisa juara. Puji Tuhan, ini anugerah bagi kami,”ia menambahkan.

Pengalaman Aaron, siswa Kelas V SD Bunda Hati Kudus, lain lagi. Ia turun sebagai kiper pada tim futsalnya.  “Saya senang bisa memperkuat tim sekolah. Kami tampil maksimal. Pelatih kami, Pak Okky selalu memberi semangat agar kami tidak pernah menyerah,” ujarnya.

Di sekolahnya, Aston bermain bersama rekan-rekannya. Ia menggeluti olahraga futsal sejak kelas IV.

Lalu apa kata Pak Okky”

“Kami membutuhkan waktu yang lama untuk bisa membentuk tim futsal yang solid. Semua pemain harus kompak. Berlaga di arena ini untuk menambah pengalaman tanding anak-anak,” katanya.

Wasit futsal, Kak Danang juga terlihat semangat dalam memimpin pertandingan. “Lapangannya bagus, suasana sekolahnya juga nyaman. Semua tim bisa tampil maksimal dan sportif,” tuturnya.

Para peserta lomba itu rata-rata senang dengan suasana SMP Maria Goretti. Meskipun berada di pusat kota, di pinggir jalan utama, begitu masuk ke dalam sekolah suasananya sudah berubah. Tidak bising, namun sudah suasana sekolah.

Lokasi SMP Maria Goretti yang berada di tengah kota justru mudah dijangkau dari semua wilayah tempat para siswa SD itu belajar. (***)

Comments are closed.

Categories
Links: